Menentukan Posisi
Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an dimana Al-Qur’an sendiri yang memberikan isyarat dengan hadirnya Surat Al-Baqarah ayat 185:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ...“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu...”
Qur’an adalah salah satu mukjizat Rasulullah yang bersifat mulia, dimana kemuliaannya itu membersamai tempat beserta makhluk yang membersamai dirinya dengan Qur’an. Dengan itu pula lah kemuliaan bulan Ramadhan dirindukan berjuta-juta umat muslim, termasuk saudara-saudari seiman kita di Palestina.
Begitu syahdu dan tentramnya bulan Ramadhan di Indonesia berbanding terbalik dengan di Palestina. Nun jauh negeri di sana terjadi kedzoliman yang amat tak manusiawi. Baru-baru ini pasukan keamanan Israel menangkap Imam Masjid al-Aqsha Syekh Ikrimah Sabri di rumahnya di al-Sawwanah, Yerusalem Timur. Otoritas Israel melakukan penangkapan tersebut untuk memberitahu tentang larangan perjalanan yang diterapkan terhadap Syekh Sabri, hal ini dilakukan karena beliau dicurigai akan menghadiri sebuah konferensi yang membahayakan keamanan negara Israel. Ini adalah keputusan ilegal dan tidak adil yang tidak memiliki bukti penghukuman.
Pada bulan mulia ini pun Israel mengumumkan pembatasan pada warga Palestina di Tepi Barat untuk memasuki kota suci selama Ramadhan. Hanya wanita dari segala usia dan laki-laki hanya yang berumur minimal 40 tahun yang diperbolehkan masuk Al-Quds sementara selain dari mereka dilarang. Polisi Israel mengatakan bahwa ribuan pasukan telah dikerahkan di seluruh Pendudukan Yerusalem (Al-Quds) dan lingkungan Masjid Aqsa. Patroli Israel tersebut mengejar para pemuda Palestina saat mereka memanjat dinding agar bisa memasuki Masjid al-Aqsa yang mengakibatkan beberapa anak muda menderita memar dan yang lainnya ditangkap.
Itu adalah sebagian kecil berita mengenai penderitaan saudara kita di Palestina. Sadarkah dalam hal ini Ulama dan pemuda lah yang lebih banyak disudutkan? Atas itu sadarlah kawan, bahwa yang mereka takutkan adalah Ulama, pemuda, dan persatuan umat muslim...
Saudara kita bertahan di Baitul Maqdis bukan karena mereka lemah dan tak mampu pergi meninggalkan negeri Palestina tapi mereka bertahan dan berjuang karena keimanannya, keimannya akan Allah dan firman-Nya:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُم
“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”
(QS. Muhammad: 7)
Imam as-Sa’di menjelaskan surat Muhammad ayat 7, dalam Tafsir as-Sa’di, hlm. 785. Bahwa ini merupakan perintah dari Allah kepada orang yang beriman agar mereka membela Allah dengan menjalankan agamanya, mendakwahkannya dan berjihad melawan musuhnya. Dan semua itu bertujuan untuk mengharap wajah Allah. Jika mereka melakukan semua itu, maka Allah akan menolong mereka dan mengokohkan kaki mereka.
Maka dimana posisi kita disaat saudara-saudara seiman kita didzolimi, bila dirimu bukanlah saudara seiman maka dimanalah posisimu di saat kehidupan orang lain terancam? Karena Kamu tak harus menjadi muslim untuk membela Palestina, Kamu hanya perlu menjadi manusia. Sekarang, bukankah Kamu seorang muslim?
Salahudeen Al-Ayyubi pernah berkata, “Bagaimana saya bisa tersenyum dan bagaimana makanan dan air terasa enak bagi saya ketika Masjid Al-Aqsa berada di tangan Tentara Salib?”. Maka dimana posisi kita disaat Masjid Al-Aqsa berada di tangan Zionis Israel?
“Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim)
InsyaAllah kemenangan atas musuh-musuh Allah telah berada di depan mata. Maka tentukanlah posisimu dengan segala kemampuanmu, setidaknya rubahlah kemungkaran itu dengan selemah-lemahnya iman yaitu do’a. Berdo’alah untuk saudara-saudari kita di Palestina, bulan ini adalah Bulan Ramadhan! Bulan penuh kemuliaan.

Komentar
Posting Komentar