Hurun'in
"Timeeh..."
"Fatimah namaku bukan Timeeh, Atim aja deh manggilnya"
"Ah Timeeh ajaa"
"Hmm yaudah deh terserah"
Awalnya ku tak suka panggilan itu karena aku orang Jawa bukan orang Betawi, menurutku Timeh itu seperti nama orang Betawi hehe. Tapi lambat laun ku mulai terbiasa dengan panggilan itu dan suara itu, tak banyak yang memanggilku Timeh atau hanya dirimu yang memanggilku dengan panggilan itu?
Kini ku rindu panggilan itu, setiap ada yang memanggilku dengan panggilan itu ku tersentak dan diam sesaat lalu terlintas bayang-bayangmu.
Sudah sebulan lebih sehari ku rindu wajahmu, kebiasaanmu, suaramu, nasihatmu, ceritamu, dan kerecehanmu.
Oiyaaa rindu makan pecel lele bareng di stasiun, hmm sekarang aku makan pecel lele bareng siapa dong? Masa sendiri? :(
وَفِي اْلأَرْبَعِيْنَ الطَّائِيَّةِ رُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ أَنَّهُ قَالَ آنَسُ مَا يَكُوْنُ الْمَيِّتُ فِي قَبْرِهِ إِذَا زَارَهُ مَنْ كَانَ يُحِبُّهُ فِي دَارِ الدُّنْيَا (الحافظ جلال الدين السيوطي في بشرى الكئيب بلقاء الحبيب 1 / 10 وشرح الصدور بشرح حال الموتى والقبور 1 / 202)
“Disebutkan dalam kitab Arba’in al-Thaiyah bahwa diriwayatkan dari Rasulullah Saw: Sesuatu yang paling membahagiakan pada mayat di kuburnya adalah ketika ia diziarahi oleh orang yang ia cintai ketika hidup di dunia” (al-Hafidz Jalaluddin al-Suyuthi dalam Busyra al-Kaib I/10 dan Syarh al-Shudur I/202)
Ibnu Qayyim berkata:
قَالَ ابْنُ الْقَيِّمِ اْلأَحَادِيْثُ وَاْلآثَارُ تَدُلُّ عَلَى أَنَّ الزَّائِرَ مَتَى جَاءَ عَلِمَ بِهِ الْمَيِّتُ وَسَمِعَ سَلاَمَهَ وَأَنِسَ بِهِ وَرَدَّ عَلَيْهِ وَهَذَا عَامٌّ فِي حَقِّ الشُّهَدَاءِ وَغَيْرِهِمْ فَإِنّهُ لاَ يُوَقَّتُ قَالَ وَهُوَ أَصَحُّ (بشرى الكئيب بلقاء الحبيب للحافظ جلال الدين السيوطي 1 / 10)
“Ibnu al-Qayyim (murid Ibnu Taimiyah) berkata: Hadis dan dalil dari para Sahabat menunjukkan bahwa ketika peziarah datang, maka mayit mengenalnya, mendengar salamnya, senang dengan kedatangannya dan menjawab salamnya. Hal ini berlaku umum, baik untuk orang yang mati syahid atau yang lainnya, dan hal ini berlaku setiap waktu. Ibnu al-Qayyim berkata: Ini adalah pendapat yang lebih kuat” (al-Hafidz Jalaluddin al-Suyuthi dalam Busyra al-Kaib I/10)
Semoga dirimu senang akan kedatanganku kemarin. Begitu sayangnya Allah pada dirimu dan begitu banyak orang yang menyayangimu. Hmm.. entah apakah setelah ku tiada, namaku bisa seharum namamu. Ku iri akan kerendahan hatimu, amalanmu, ilmumu dan akhlakmu...
Semoga Allah mudahkan dan istiqomahkan diriku dalam melakukan hal-hal kebaikan yang telah kau ajarkan padaku dan semoga hal itu dapat menjadi amal jariyah untukmu
Semoga Allah izinkan diri ini menjadi orang yang sebaik dirimu
Semoga Allah izinkan diri ini menjadi orang yang sebaik dirimu
Di sekitar Arsy ada menara-menara dari cahaya, di dalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya, wajah-wajah mereka bercahaya, mereka bukan para Nabi ataupun Syuhada. Para Nabi dan syuhada iri kepada mereka. Ketika ditanya para sahabat, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah saling bersahabat karena Allah dan saling berkunjung karena Allah.” (HR Tirmidzi)
Semoga Allah pantaskan diriku untuk bertemu dirimu di surga-Nya
SemogaAllah jadikan pertemanan kita hingga surga-Nya aamiin...
SemogaAllah jadikan pertemanan kita hingga surga-Nya aamiin...

Aamiin allahumma aamiin
BalasHapus